Minggu, 23 Februari 2014

Samama si Jabon Merah

(Anthocepalus macrophylus)


Samama adalah jenis pohon cepat tumbuh (fast growing species) alternatif yang merupakan tanaman endemik di sebagian kepulauan Maluku dan Sulawesi.

Samama adalah nama daerah kayu yang populer di daerah Maluku dimana masyarakat setempat biasa menyebutnya Samama atau Soulamo. Kayu Samama memiliki warna merah jambu.

Samama sendiri memiliki bahasa latin Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil yang merupakan famili Rubiaceae.

Di samping Anthocephalus macrophyllus terdapat Anthocephalus cadamba yang sudah populer dan banyak dibudidayakan dikenal dengan nama perdagangan Jabon dimana kayunya berwarna putih.

Di pulau Mangole tanaman Samama diperjualbelikan setara dengan Meranti.

Tanaman ini diklasifikasikan jenis sebagai Pohon Raksasa yang tumbuh cepat dan merupakan tumbuhan pioneer yang memiliki dominasi kuat.

Penyebaran spesies pohon ini yaitu di Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara.

Meskipun tanaman ini tersebar di beberapa daerah, data mengenai produksinya jarang sekali terdapat karena kayu ini lebih banyak dimanfaatkan di daerah setempat sedangkan data perdagangan kayu ini bercampur dengan data dari kayu-kayu lain yang berbobot ringan yang tidak dipertelakan dengan baik.

Tidak seperti kayu Jabon, Samama merupakan komoditas yang tidak begitu populer di dunia perdagangan kayu. Namun setelah jenis ini berhasil disemaikan di luar habitatnya maka Samama diperkirakan akan bersaing dengan kayu-kayu lain karena memiliki pertumbuhan pohon dan kualitas kayu yang lebih baik dari Jabon.

KARAKTERISTIK TEMPAT TUMBUH

* Pohon Samama (Anthocephalus macrophyllus) dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun hutan pegunungan rendah (0 – 1000 mdpl) dan tumbuh dalam iklim sedikit bermusim.
* Jenis tanaman ini berdasarkan pengalaman dapat tumbuh pada lahan marginal.
* Toleran terhadap cahaya.
* Dengan kata lain tanaman ini merupakan tumbuhan pioneer yang mampu tumbuh normal pada kondisi fluktuasi iklim ekstrim dan tipe lahan kritis.
* Saat ini pohon Samama baik merah maupun putih sudah berhasil disemai di Bandung Jawa Barat pada ketinggian 750 mdpl dan merupakan satu-satunya persemaian Samama pertama di Pulau Jawa.
* Kemampuan menyerap/menahan air sangat tinggi sehingga sesuai sebagai tanaman konservasi daerah aliran sungai (DAS) baik di hulu maupun di hilir.
* Apabila tidak ditebang selama 15 tahun maka akan terjadi penyebaran alami yang sangat dominan sehingga dapat mempercepat proses terjadinya hutan baru.
* Melihat kesuburan tanah di pulau Jawa lebih baik dibanding dengan daerah asalnya maka dapat dipastikan pertumbuhan pohon Samama mampu tumbuh lebih cepat.

Keunggulan Samama:

  • Kemampuan menahan dan menyimpan air sangat tinggi sehingga cocok untuk menahan tanah dari bahaya erosi
  • Mampu menghasilkan oksigen dalam jumlah besar
  • Dapat dibuat veneer dengan standar pasar Timur Tengah, Korea Selatan, Eropa dan Amerika Serikat
  • Dapat dibuat veneer untuk Face-Back pada produk plywood menggantikan meranti dan kayu alam lainnya
  • Log dapat dikupas dengan rotary sederhana (Cina), konvensional (Uroko Jepang) dan digital (Finlandia) dan menghasilkan veneer kualitas prima
  • Dapat dipakai untuk perkakas rumah tangga, bahan bangunan dan pertukangan
  • Pengolahan veneer untuk plywood tidak ada masalah saat proses di hot press, cold press sampai finishing.
  • Kualitas kayu samama jauh lebih baik daripada sengon dan benuang
Manfaat lain dari Samama:
Selain diambil kayunya, kulit kayu Samama dapat dipakai obat yang berkhasiat untuk:
  • Penambah stamina
  • Mengurangi rasa lelah
  • Penurun kolesterol
  • Penyubur kandungan
Cara mengolah untuk obat:
  • Kulit kayu Samama dicuci bersih kemudian dipotong 1 x 3 cm lalu dijemur sampai kering
  • Jika ingin digunakan ambil 5-7 potong kemudian diseduh dengan air mendidih 1 gelas
  • Biarkan sampai hangat
  • Diminum pagi atau sore setelah makan

Kamis, 30 Januari 2014

Metode Sloping Agriculture Land Technology (SALT) 


Metode Sloping Agriculture Land Technology (SALT) merupakan salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan bagi kegiatan pertanian. Selama ini pemanfaatan lahan miring dalam bentuk kebun dan sawah berundak diketahui memiliki resiko erosi dan tanah longsor yang tinggi. Sehingga banyak petani enggan memanfaatkan lahan miring untuk tanaman pangan, mereka hanya memanfaatkannya untuk tanaman keras.
Di sisi lain, kebutuhan bahan pangan semakin tinggi, mengingat jumlah populasi penduduk yang terus meningkat saban harinya. Oleh karena itu ekstensifikasi lahan pertanian pangan menjadi salah satu pilihan yang tak bisa dihindari. Sehingga pemanfaatan lahan miring untuk kegiatan pertanian menjadi salah satu pilihan yang realistis ditengah keterbatasan lahan yang ada.
Pada tahun 1971, di Filipina diperkenalkan sebuah metode untuk menata lahan miring oleh Mindanao Baptist Rural Life Center (MBRLC). Dikemudian hari, teknik yang populer dengan nama SALT tersebut diakui sebagai salah satu metode terbaik dalam menata lahan miring. Teknik SALT diyakini mampu meminimalkan erosi, membantu mengembalikan struktur dan kesuburan tanah, meningkatkan produksi tanaman, mudah dipraktekkan karena menggunakan alat sederhana, membutuhkan tenaga yang rendah sehingga cocok untuk petani berlahan sempit, dan tidak membutuhkan modal besar. Setidaknya, ada 10 langkah untuk menerapkan teknik menata lahan miring dengan metode SALT, berikut langkah-langkahnya.

Langkah 1. Membuat alat kerja

menggunakan frame A
Gambar 1. Menggunakan frame A
Hal pertama yang harus dilakukan untuk menata lahan miring adalah membuat alat kerja yang dinamakan Frame A.  Sebuah alat yang berbentuk menyerupai huruf A, terbuat dari kayu ataupun bambu. Alat ini bisa dibuat sendiri dengan mudah. Caranya, pilih tongkat kayu atau bambu yang kuat tetapi jangan terlalu besar. Potonglah tongkat tersebut dengan panjang 1,5 meter sebanyak 2 buah, yang nantinya akan berfungsi sebagai kaki penopang. Kemudian buat lagi potongan tongkat lain dengan panjang ½ meter, yang akan dipakai untuk bagian palang. Satukan salah satu ujung dari kedua tongkat yang berfungsi sebagai kaki penopang, bisa dengan cara diikat ataupun dipaku. Kemudian ujung lainnya letakkan ditanah yang datar, beri jarak sejauh 1 meter antar ujung tersebut sehingga membentuk segitiga. Pasang dan ikatkan, tongkat yang ketiga pada segitiga tersebut sehingga membentuk huruf A. Paku atau ikat dengan kuat. Frame A ini akan digunakan untuk membuat garis lintasan.

Langkah 2. Membuat garis lintasan

Menemukan garis lintasan
Gambar 2. Menemukan garis lintasan
Menemukan titik-titik lintasan
Tahap selanjutnya dalam menata lahan miring adalah menentukan titik-titik lintasan. Sebaiknya untuk menentukan titik-titik lintasan ini diikerjakan oleh 2 orang, satu memegang alat Frame A, satu lagi menancapkan patok pada setiap titik yang ditandai. Pertama-tama potonglah tongkat kayu atau bambu sepanjang 30 cm untuk patok atau tiang pancang. Banyaknya patok disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan luas lahan yang akan kita tata. Bersihkan lahan dari semua rintangan dan semak belukar untuk memudahkan menentukan titik lintasan dan memberi tanda.
Pilih sembarang titik dimana garis lintasan akan dibentuk. Mulailah bekerja pada areal yang paling tinggi. Cara mengerjakannya sebagai berikut, letakan salah satu kaki (kita sebut saja kaki belakang) dari Frame A di atas tanah. Cari tempat untuk meletakkan kaki yang lain (sebut saja kaki depan)  di atas tanah yang tingginya sama dengan kaki belakang. Untuk memastikan ketinggian tanah antara kaki belakang dan kaki depan telah sama, gunakan benang yang diikatkan pada ujung segitiga Frame A bagian atas. Sedangkan ujung benang lainnya diberi pendulum, boleh paku atau benda lainnya. Apabila garis benang tersebut membagi bidang Frame A sama besar (lihat Gambar 1), bisa dikatakan kedua permukaan tanah sama tinggi. Fungsi benang dan pendulum bisa juga digantikan dengan meletakkan water pass pada palang Frame A, dimana gelembung air harus berada di tengah.

Ketika kita dapat meletakkan kedua kaki Frame A pada ketinggian tanah yang sama, berarti kita sudah berhasil menentukan titik lintasan. Berilah tanda dengan patok yang telah dibuat pada kaki bagian belakang.  Selanjutnya, putarlah kaki belakang Frame A dimana kaki bagian depan berfungsi sebagai poros (jangan diangkat). Sekarang kaki belakang jadi kaki depan dan kaki depan jadi kaki belakang. Carilah permukaan tanah yang mempunyai ketinggian yang sama dengan kaki yang menjadi poros. Nah, sekarang angkat bagian poros dan tandai dengan patok.  Begitu selanjutnya untuk menentukan titik-titik lintasan.
Menentukan garis lintasan
Gerakkan Frame A terus menerus ke arah depan dengan cara seperti diatas. Berilah tanda dengan patok pada setiap titik yang didapatkan (lihat Gambar 2). Lakukan terus langkah tersebut hingga tiba pada titik terakhir dari areal lahan kita. Kemudian tarik garis yang menyambungkan titik yang telah dibuat. Sekarang kita sudah menemukan garis lintasan.
mengukur garis lintasan
Gambar 3. Mengukur garis lintasan
Jarak Antar Garis Lintasan
Lakukan langkah membuat garis lintasan seperti di atas untuk membuat lintasan-lintasan dibawahnya. Cobalah membuat beberapa garis lintasan yang mungkin. Ingatlah, semakin dekat batas garis antar lintasan maka peluang untuk erosi berkurang. Juga peluang untuk memproduksi unsur hara dalam bentuk biomassa semakin besar dan memungkinkan tanamanan tumbuh dengan baik.
Ada 2 kriteria untuk menentukan jarak antar lintasan: garis vertikal dan garis horizontal. Secara vertikal, sebaiknya garis berikutnya tidak lebih dari 1 meter dibawahnya untuk mencegah erosi berlebihan. Pada bagian yang kemiringannya ekstrim atau curam, jaraknya harus lebih pendek. Sementara itu, pada lahan yang datar, sebaiknya jarak horizontal antar garis tidak lebih dari 5 meter untuk memaksimalkan manajemen kesuburan tanah.

Langkah 3. Menyiapkan garis lintasan

Gambar 5. Menyiapkan garis lintasan
Gambar 4. Menyiapkan garis lintasan
Setelah garis-garis lintasan dibuat, selanjutnya lakukan pengolahan tanah atau pembajakan diantara garis-garis tersebut, bisa dengan bajak ataupun cangkul. Pengolahan tanah dilakukan memanjang mengikuti alur garis hingga ke ujung lahan. Lebar setiap areal pembajakan usahakan sebesar 1 meter. Patok atau pancang akan memandu kita ketika pembajakan. Tidak usah dipaksakan untuk membajak semua areal diantara garis lintasan. Sisa-sisa yang tidak terbajak akan berguna sebagai penahan erosi, karena akan diperuntukan bagi tanaman penyeling.
Garis-garis lintasan yang telah dibuat akan membentuk pola bedengan atau terasering yang mengikuti kontur permukaan lereng gunung atau lahan miring. Dengan mengikuti bentuk kontur asli, erosi dan resiko tanah longsor akibat pengolahan tanah bisa ditekan minimal.

Langkah 4. Menanam tanaman sumber nitrogen

Pada setiap garis lintasan dibuat 2 buah alur pada jarak ½ meter (lihat gambar 4), sehingga membentuk lintasan yang kita sebut gang.  Tanamlah tanaman sumber nitrogen pada setiap alur gang kemudian tutup dengan tanah. Salah satu tanaman sumber nitrogen adalah tanaman pagar leguminosa. Tanaman leguminosa mempunyai kemampuan untuk tumbuh di areal tandus dan kering. Hal tersebut membuat tanaman ini sangat baik untuk mengembalikan kesuburan tanah pada perbatasan aliran sungai, areal yang miring dan areal lain yang sudah gundul. Melalui daun-daun yang jatuh akan memperkaya dan membuat tanah menjadi subur. Sebagai tambahan, tanaman leguminosa mampu bersaing dengan rumput-rumput keras, dimana umumnya tanah-tanah tersebut sudah kehabisan unsur hara karena sistem pertanian konvensional.
Contoh lain tanaman sumber nitrogen adalah Flemingia macrophylla, Desmodium rensonii, Gliricidia sepium, dan Calliandra calothyrsus. Tumbuhan terebut contoh yang paling baik dari tumbuhan campuran nitrogen sebagai pagar tanaman pada pertanian SALT. Tanaman pagar lainnya adalah Indigofera tysmane, Calliandra tetragona, Leucaena luecocephala dan Leucaena diversifolia. Harus juga diingat, kita harus memilih tanaman tumbuhan nitrogen yang cocok dengan iklim dan kondisi tanah.

Langkah 5. Mengolah lahan alternatif gang

Jika kita ingin menanami gang sebelum tumbuhan pelengkap nitrogen tumbuh dengan baik, olahlah pada gang  berselang seling, misalnya gang ke 2,4,6,8, dan seterusnya. Pengolahan alternatif ini akan mencegah terjadinya erosi karena gang yang tidak perlu di bajak akan menahan tanah yang dibajak. Jika tanaman pelengkap nitrogen telah tumbuh dengan baik maka kita sudah bisa menanami tanaman pada setiap gang.

Langkah 6. Menanam tanam tanaman permanen

Menanam tanaman permanen
Gambar 5. Menanam tanaman permanen
Tanamlah tanaman permanen pada setiap gang ke-3. Tanaman permanen ini bisa ditanami bersamaan waktunya dengan tanaman campuran nitrogen. Hanya pada titik-titik yang kosong yang ditanami dan digali, kemudian setelah tumbuhan campuran nitrogen berumur 8 bulan atau tinggi 1 meter, maka lahan sudah dapat diolah secara maksimal. Adapun contoh dari tanaman permanen adalah durian, rambutan, manggis, duku, pisang, kopi atau tanaman lain yang memiliki tinggi yang sama. Tanaman yang pohonnya tinggi sebaiknya ditanaman pada lereng yang paling bawah sedangkan tanaman yang tidak begitu tinggi ditanam pada lereng yang paling atas.

Langkah 7. Menanam tanaman berumur pendek dan sedang

Dalam menata lahan miring tanamlah tanaman yang umurnya relatif pendek atau sedang diantara gang atau antara tanaman permanen. Tanaman-tanaman ini menjadi sumber makanan sehari-hari atau bisa juga menjadi sumber pendapatan rutin menunggu tanaman permanen menghasilkan buah. Adapun contoh tanaman yang umurnya pendek atau sedang adalah nenas, jahe, kunyit, kacang kedelai, kacang tanah, melon, semangka, jagung, padi, dan lain-lain. Untuk menghindari tajuk, tanaman yang pendek harus jauh dari tanaman yang tinggi.

Langkah 8. Merapikan secara rutin tanaman sumber nitrogen

Merapikan tanaman
Gambar 6. Merapikan tanaman secara teratur
Pangkaslah tanaman campuran nitrogen secara teratur sekali dalam sebulan dengan tinggi 1 atau 1,5 meter dari tanah. Biarkan potongan-potongan daun dan tangkai di atas permukaan tanaman produksi. Hal ini sangat penting untuk mencegah air hujan yang jatuh. Potongan-potongan tanaman campuran nitrogen yang sudah dipangkas ini juga akan sangat bagus sebagai pupuk organik untuk tanaman permamen maupun tanaman yang berumur pendek. Dengan jalan ini maka secara otomatis kebutuhan pupuk komersial bisa dikurangi.

Langkah 9. Menerapkan rotasi tanaman

Jalan yang paling baik untuk melakukan rotasi tanaman adalah menanam tanaman serealia (gandum-ganduman) seperti jagung dan padi. Setelah itu tanaman akar seperti ubi, ubi rambat, kentang, wortel, dan lain-lain. Setelah itu tanaman kacang-kacangan seperti kacang panjang, buncis, kacang tanah, kacang kedelai, dan lain-lain. Setelah itu tanaman buah seperti cabai, melon, semangka, timun, terung, dan lain-lain. Dengan jalan ini pula, kesuburan tanah terpelihara dengan baik dan mata rantai hama juga bisa terputus.

Langkah 10. Membangun teras hijauan

Terasing akan terbentuk secara alamiah
Gambar 7. Terasing akan terbentuk secara alamiah
Langkah terakhir dalam menata lahan miring yaitu mencegah erosi. Hal yang perlu dilakukan adalah merawat tanaman pagar agar tetap tumbuh lebat dan sehat. Adalah hal yang umum bila kita melihat jerami, tangkai-tangkai kayu, ranting-ranting, dahan-dahan, daun-daun, batu-batuan disekitar tumbuhan pelengkap nitrogen pada pertanian dengan sistem SALT. Jika kita merawatnya dengan baik, maka semakin lama tumbuhan pelengkap nitrogen bekerja dengan baik. Areal juga akan kelihatan hijau dan indah. Perpaduan seni, keindahan, alam yang lestari serta panen yang berlimpah akan terwujud dengan teknik SALT ini.

Kamis, 16 Februari 2012

Hijaukan Bumi Kita
Kalau kita berbicara penghijauan bumi maka akan timbul suatu pertanyaan dibenak kita, bagaimana cara menghijaukan hutan atau bumi kita ?. Kita semua tahu hasil yang didapat apabila kita melakukan penghijaun hutan yang gundul atau setidaknya kita merawat hutan yang ada dengan tidak merusaknya. Dalam tulisan ini mungkin pembaca merasa terlalu luas yaitu membahas tentang penghijauan bumi dan mungkin beranggapan bumikan luas sekali serta bagaimana kita mampu menghijauakan seluruh bumi ?. Disini ditekankan bahwa kesadaran untuk menghijaukan bumi itu datang dari setiap orang atau individu itu sendiri, dalam arti kalau satu orang saja menanam pohon untuk penghijauan dan diikuti oleh ratusan orang maka dapat kita bayangkan berapa banyak pohon yang akan tumbuh, ini baru dari satu daerah saja dan bayangkan kalau satu kecamatan, satu kabupaten, satu propinsi serta satu negara dan kita dibumi ini banyak terdapat ratusan negara.

Penghijauan bumi kita mulai dari diri kita sendiri, kita dapat memberi contoh dengan menanam beberapa pohon yang mungkin suatu saat nanti akan berguna bagi cucu-cucu kita. Cara penghijauan ini dapat kita lakukan dengan Cara :
1. Menanamkan pada diri kita untuk mencintai hutan dan lingkungan hidup
2. Selalu menjaga kelestarian alam yang ada disekeliling kita
3. Ikut serta dalam program penghijauan
4. Memberikan contoh atau pengarahan tentang pentingnya penghijauan
5. Tanamlah beberapa pohon sebagai komitmen kita mencintai hutan.




Senin, 30 Januari 2012

Budidaya Tanaman Jabon (Antocephalus codamba)

Merupakan salah satu jenis kayu / pohon yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada :

Ketinggian              : 10-2000 m dpl
Curah hujan            : 1250-3000 m/th
Perkiraan suhu        : 100 C – 400 C
Kondisi tanah (PH) : 4,5 – 7,5

Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya, termasuk albasia (sengon). Dari hasil uji coba yang telah kami lakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa kriteria, diantaranya sebagai berikut :

  • PERTUMBUHAN
Pertumbuhan pohon jabon sangat cepat bila dibandingkan dengan jenis kayu keras lainnya :

1. diameter batang dapat tumbuh berkisar 10cm/th
2. tinggi batang pada usia 12 tahun dapat mencapai 20 meter, sehingga pada usia 6-8 tahun sudah dapat dipanen.

  • BATANG
1. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
2. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri

  • PENANAMAN dan PERAWATAN
Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang dan tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya.

  • PEMASARAN
Karena jenisnya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan pada industri kayu lapis (plywood), bahan baku meubel dan furniture, serta bahan bangunan non kontruksi.

Keunggulan inilah yang membuat pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan industri kayu lapis siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.

  • NILAI EKONOMIS
Budidaya tanaman jabon akan memberikan berbagai keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun (asumsi harga terendah, dan batang terkecil) pada setiap batang kayu jabon diperoleh :

- tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12m
- diameter batang rata-rata 30 cm

Maka dari tiap batang pohon jabon menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,00

Sehingga harga terendah 1 batang pohon jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000,00



  • INFORMASI
Harga kayu jabon perkubik pada tahun 2009 :
1.middle 30-39 Rp 1.000.000
2.middle 40-49 Rp 1.100.000
3.middle 50 up Rp 1.200.000

Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu jabon semakin lama semakin terbatas.

Dalam 1 Ha lahan, dapat ditanam sebanyak 500 batang bibit jabon dengan jarak 4x5 m.

Prospek Kayu Jabon Merah

UP3 Salah satu jenis kayu jabon yang banyak dibudidayakan adalah jenis jabon merah samama. Jenis ini disukai karena dinilai memiliki nilai ekonomis yang paling menguntungkan daripada jenis jabon lainnya. Selain tingkat permintaan pasar yang sangat tinggi baik untuk pasar dalam maupun luar negeri, harga jualnya pun sangat menggiurkan.
Pada saat ini, harga jual kayu jabon merah samama mampu mencapai Rp. 1.200.000 per meter kubik. Harga ini termasuk harga jual tertinggi dibandingkan dengan kayu jabon jenis lainnya. Walaupun tidak setinggi kayu jati dan mahoni, namun hal tersebut tidak sepenuhnya bisa dibandingkan.
Mengingat, kayu jati dan mahoni merupakan kayu alam yang memiliki beberapa kelebihan daripada kayu hasil budidaya. Selain itu, nilai perputaran kayu jabon merah jauh lebih cepat daripada jati atau mahoni. Karena hanya dalam jangka waktu enam tahun saja, tanaman ini sudah bisa dipanen. Bandingkan dengan jati atau mahoni yang membutuhkan waktu mencapai puluhan tahun untuk bisa dijual.
Selain itu, proses pemasaran kayu jabon merah jauh lebih mudah daripada jati atau mahoni. Selain masalah perijinan yang tidak membutuhkan persyaratan sebagaimana jati atau mahoni, konsumen kayu jabon merah jauh lebih beragam daripada konsumen jati dan sengon. Sehingga, hal ini menunjukkan bahwa pasar jabon merah jauh lebih besar daripada pasar kayu jati atau mahoni.

Kondisi ini terjadi karena kayu jabon merah bisa digunakan untuk beragam kebutuhan. Seperti untuk industri kayu lapis, industri mebel, industri kertas dan juga industri peralatan rumah tangga. Dan jenis industri yang disebutkan tersebut akan selalu membutuhkan bahan baku secara rutin sepanjang waktunya. Sehingga, pasar kayu jabon jauh lebih stabil karena akan selalu ada pihak yang mau menampungnya.
Bandingkan dengan jati atau mahoni. Industri yang mau menggunakan kedua jenis kayu tersebut sangat terbatas. Sebab, pemanfaatannya pun tidak sefleksibel kayu jabon merah yang bisa digunakan untuk berbagai macam industri. Apalagi, dengan kemajuan teknologi kayu jabon merah tingkat keawetan kayu jabon merah kini bisa diperpanjang hingga bertahan selama 30-45 tahun. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengeringan dan perendaman.
Pasar Internasional
Pasar kayu jabon merah pada saat ini bukan hanya tersedia di pasar lokal saja. sebaliknya, di pasar internasional produk yang menggunakan kayu jabon merah ini lebih disukai. Hal ini karena karakteristik kayu jabon merah yang cenderung ringan, namun memiliki daya lentur serta daya tekan kuat.
Di luar negeri, pasar Asia merupakan pasar terbesar konsumen produk berbahan kayu jabon merah. Beberapa negara seperti China, Korea, Hongkong,Jepang Taiwan Singapura dan beberapa negara lain sudah menjadi pasar tetap produk olahan kayu Jabon.  Selain itu, beberapa negara di kawasan Eropa, Amerika serta Timur Tengah juga sudah mulai melirik produk olahan kayu jabon merah tersebut.
Untuk prospek di dalam negeri sendiri, kayu jabon merah memiliki masa depan yang cerah. Hal ini terkait dengan semakin ketatnya regulasi pemerintah yang mulai meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan kayu hasil hutan alam. Di sisi lain, pemerintah akan semakin mempermudah proses pengelolaan tanaman hutan budidaya agar pada nantinya bisa mencukupi kebutuhan akan industri kayu olahan.
Selama ini, pangsa pasar ke Asia seperti Cina, Korea, Hongkong, Jepang, Taiwan, Singapura , dan lainnya. Rencananya, pangsa pasar akan diperluas hingga menjangkau pasaran Eropa, Amerika, dan Timur Tengah

Kayu jabon merah samama memiliki prospek pasar yang cukup tinggi. Permintaannya bukan hanya di dalam negeri, namun juga datang dari mancanegara. Kayu ini dipergunakan antara lain untuk bahan bangunan, peralatan rumah tangga, sampai pada kayu lapis. Kayu jabon merah, yang paling digemari oleh pihak luar negeri karena memiliki daya tahan lentur dan daya tekan yang kuat.
Ketika itulah masyarakat dan industri yang membutuhkan kayu melirik jabon merah. Kayu jabon merah memang tak sekeras jati. Namun, dengan proses pengeringan dan perendaman, kayu jabon merah mampu bertahan 30 – 45 tahun. Dengan penggunaan yang multidimensi tersebut permintaan akan terus meningkat seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk.
Pasar dunia sangat menerima jabon merah karena ringan dan hasil budidaya, bukan pengambilan dari hutan. Dunia semakin menghargai kayu hasil budidaya, bukan kayu hasil tebangan dari hutan. Kini, kayu jabon merah menjadi kebanggaan karena asli dari tanah Indonesia dan mampu menembus pasar dunia. Jabon merah cocok untuk menggantikan beberapa jenis kayu seperti meranti dan jati. Industri-industri yang dulu menggunakan kayu alam mulai beralih ke jabon merah. Itu terbukti dengan permintaan yang sangat tinggi dibandingkan jenis kayu yang lain.
Harga kayu Jabon merah relatif lebih murah dibandingkan dengan kayu lain seperti kayu jati atau kayu mahoni, yaitu sekitar Rp.1.200.000,- per m³. Namun karena dalam tempo mulai enam sampai sepuluh tahun tanam sudah dapat ditebang, maka perputaran investasi pada tanaman ini relatif lebih cepat apabila dibandingkan dengan investasi pada tanaman kayu jati dan sejenisnya. kekhawatiran mengenai sulitnya pemasaran kayu jabon merah samama ini sangat tidak beralasan.
Dengan pengolahan kayu jabon merah ini dapat menjadi berbagai jenis kayu olahan seperti plywood dan block boardpalet dan dikemas menjadi barang ekspor semacam kusen, daun pintu, dan jendela serta berbagai barang furnitur lainnya, produk kayu jabon merah samama terangkat harganya. Jika situasi ekspor relatif stabil, harga kayu  otomatis akan mengikuti kenaikan harga dolar.
Selama ini, pangsa pasar ke Asia seperti Cina, Korea, Hongkong, Jepang, Taiwan, Singapura , dan lainnya. Rencananya, pangsa pasar akan diperluas hingga menjangkau pasaran Eropa, Amerika, dan Timur Tengah. Prospek usaha penanaman kayu jabon merah samama juga sangat relevan jika dikaitkan dengan proyeksi ke depan pemerintah dalam penggunaan kayu untuk bahan bangunan.
Selain diarahkan untuk pemenuhan ekspor, kayu jabon merah samama yang sudah disentuh dengan teknologi juga akan diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan kayu bangunan dalam negeri menggantikan peran-peran kayu hutan lindung atau kayu hutan dari Kalimantan, Sumatra, dan lainnya yang pada saat ini sudah mulai krisis dan sulit didapat. Kemudian dari kementrian kehutanan pun melarang kayu log keluar antar pulau, untuk itu kayu jabon merah samama ini akan merupakan tanaman hutan rakyat primadona indonesia.

JABON MERAH SAMAMA



Jabon Merah Samama merupakan salah satu andalan tanaman pohon perkebunan yang tumbuh cepat (fast growing species). Tinggi tanaman mencapai 40 m dgn batang bundar dan tegak lurus, lingkar batang mencapai 150 cm (diameter 40-50 cm). jabon merah samama merupakan tanaman pioner yang toleran cahaya sehingga dapat hidup dibawah naungan sekalipun. jabon merah samama ini dapat hidup di ketinggian 100-1000 mdpl dan yang menjadikan jabon merah samama cocok untuk pohon perkebunan adalah pohon ini siap panen pada umur 6 - 10 tahun.

Jabon merah samama umur 10 tahun rata-rata volume dalam satu pohon adalah 0,8 - 1,0 m3 bahkan bisa lebih untuk perawatan maksimal. jabon merah samama mampu berkembang biak secara dominan. Perbanyakan dapat dibuat dengan cabutan/anakan di hutan, untuk membuat bibit jabon merah samama dalam jumlah besar bisa dengan menyemaikan biji.dari penaburan 200 gr saja bisa menghasilkan 100 rb bibit pohon jabon merah samama. Hasil pengujian di laboratorium berat jenis (density) Jabon Merah samama ini adalah 0,44 – 0,51 atau  diatas Jabon Putih. Warna kayu jabon merah samama  kemerah-merahan menyerupai kayu meranti.

JABON MERAH SAMAMA YANG DITUMPANG SARI
 CIRI-CIRI KHAS BIBIT JABON MERAH SAMAMA
1.  Jabon merah samama ini  berasal dari Sulawesi, Maluku, Halmahera dan Papua
2.  Warna buah jabon merah samama coklat muda kemerah-merahan
3.  Ukuran buah jabon merah samama berdiameter 3-4 cm
4.  Biji jabon merah samama lebih besar daripada biji Jabon Putih, warnanya coklat kemerahan sebesar kutu tungau
5.  Dalam 1 ons benih jabon merah samama berpotensi bisa menjadi 25.000 - 50.000 bibit (tergantung kepandaian pembuat bibit)
6.  Setelah jadi bibit warna keseluruhan berwarna kemerah-merahan bukan hanya sebagian dari bibit
7.  Permukaan daun berbulu kasar seperti daun Jati
8.  Kuncup daun muda pohon jabon merah samama mirip kelopak daun berwarna lebih merah
9.  Bentuk daun jabon merah samama lebih lonjong dan lancip, tidak seperti daun Jabon Putih yang bentuknya lebih oval.
10. Warna tulang daun jabon merah samama kelihatan jelas berwarna merah.

MANFAAT LAIN DARI JABON MERAH SAMAMA


Selain diambil kayunya, kulit kayu Jabon Merah samama dapat dipakai obat yang berkhasiat untuk:
  • Penambah stamina
  • Mengurangi rasa lelah
  • Penurun kolesterol
  • Penyubur kandungan

Cara mengolah untuk obat
  • Kulit kayu Jabon Merah Samama dicuci bersih kemudian dipotong 1 x 3 cm lalu dijemur sampai kering
  • Jika ingin digunakan ambil 5-7 potong kemudian diseduh dengan air mendidih 1 gelas
  • Biarkan sampai hangat
  • Diminum pagi atau sore setelah makan

NILAI EKONOMI JABON MERAH SAMAMA

Budidaya pohon jabon merah samama akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar.  harga kayu jabon merah per kubik untuk bulan agustus tahun 2011 adalah Rp.1.200.000 per kubik. Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan minimal sebesar 15% per tahun, seiring dengan tingkat kebutuhan/permintaan kayu jabon merah samama yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu  semakin lama semakin terbatas. Jadi untuk masa panen 8 tahun ke depan diperkirakan harga kayu jabon merah akan mengalami kenaikan sekitar 120% dari harga sekarang atau menjadi sekitar Rp. 2.640.000  per m3. Dalam 1 Ha lahan,  dengan jarak tanam 4 m x 6 m, dapat ditanam sebanyak   625 batang bibit jabon merah samama.

BERKEBUN JABON MERAH SAMAMA = MENJAGA KESEIMBANGAN ALAM


Perkebunan jabon merah samama yang dikelola dengan sangat baik untuk menghasilkan pohon yang pertumbuhannya cepat serta berkualitas, cenderung menyerap karbon dioksida lebih baik dari hutan yang tidak dikelola dengan baik apalagi yang ditelantarkan dan ridak terurus.
Karbon dioksida diyakini sebagai penyebab utama gas rumah kaca, tetapi meskipun begitu tetap diperlukan untuk keseimbangan kehidupan. Pohon dan tanaman lainnya yang tumbuh dengan baik di hutan  mengubah karbon dioksida menjadi biomassa dan melepaskannya ketika mereka membusuk atau bernapas. suatu proses yang telah berjalan lama untuk menjaga kesimbangan alam. Namun proses tersebut akan menjadi terganggu apabila pohon dan tanaman tidak bisa menyerap CO2 yang terlalu  banyak melebihi kemampuan penyerapan CO2 pohon dan tanaman. 
Semakin banyaknya perkebunan pohon jabon merah samama yang dikelola dengan baik akan sangat membantu menyerap sejumlah besar CO2 yang semakin banyak akhir akhir ini sehingga keseimbangan alam bisa diperbaiki lagi, seperti halnya hutan yang akan terus menyerap karbon di atmosfer selama berabad-abad jika dibiarkan tidak terganggu atau ditebangi secara brutal. Akibat terganggunya hutan maka proses pun terganggu dan perkebunan jabon merah  adalah salah satu solusi untuk membantu proses yang dijalankan hutan selama ini. Untuk itu marilah kita berdayakan lahan kritis atau kebun kita untuk ditanami jabon merah yang terkelola dengan baik sehingga dapat membantu proses keseimbangan kehidupan alam.
Bibit jabon merah : salah satu bibit tanaman yang saat ini banyak di cari oleh para petani maupun pengusaha perkebunan adalah bibit jabon merah . seperti yang sudah dibahas dalam berbagai  tulisan maupun artikel  yang lalu mengenai keuntungan menanam bibit jabon merah dan bibit jabon putih.
sosis jabon merah
pada artikel kami yang lalu sudah kita ketahui bahwa jabon merah memiliki berbagai  kelebihan bila dibandingkan dengan jabon putih, kelebihan jabon merah ini antara lain adalah  kualitas kayunya yang lebih memiliki corak yang bagus dan memiliki kekerasan dibandingkan jabon putih . tanaman jabon merah juga kurang di sukai oleh ulat penggulung daun yang sering menjadi momok bagi pekebun kayu jabon putih ,  akan tetapi jabon merah  memiliki kelemahan dalam hal usia panen yang relatif lebih lama apabila dibandingkan dengan jabon putih.

apabila jabon putih mulai bisa dipanen di usia 5-7 tahun maka jabon merah biasanya mulai dipanen usia sekitar 8 sd 10 tahun.  kayu jabon merah sangat cocok dibuat face and back atau lapisan luar dan belakang kayu lapis  furniture kayu jabon
dengan melihat berbagai keunggulan bibit  jabon merah dan jabon putih, maka kami juga mulai mengembangkan dan menanam kedua jenis tanaman tersebut dengan sistem polikultur atau  dicampur, metode  ini diharapkan akan membuat keanekaragaman hayati dalam suatu ekosistem meningkat. dengan demikian intensitas serangan hama akan bisa kita minimalisir  tanpa merusak sistem keseimbangan alam.